Hewan pembawa alami virus ini adalah kelelawar pemakan buah atau flying fox. Virus dapat ditemukan dalam air liur, urine, serta kotoran kelelawar tersebut.
Penularan kepada manusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, mengonsumsi makanan atau minuman yang tercemar cairan tubuh kelelawar, maupun melalui interaksi dekat dengan orang yang sudah terjangkit virus Nipah.
Situasi ini membuat virus Nipah berpotensi menimbulkan wabah, terutama di daerah yang memiliki hubungan erat antara manusia, hewan ternak, dan habitat alami kelelawar.
Sementara itu, Covid 19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang menyebar sangat cepat melalui droplet dan aerosol.
















