BENGKULU, BEKENTV – PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) mengukir sejarah baru dengan mencatatkan laba tertinggi sejak berdiri.
Berdasarkan laporan keuangan audited Tahun Buku 2025, Bank Bengkulu membukukan laba setelah pajak sebesar Rp135,146 miliar, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp100 miliar.
Capaian kinerja tersebut disampaikan dalam rangka tindak lanjut pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025, yang menjadi momentum refleksi atas kinerja perseroan sekaligus penegasan arah strategis ke depan.
Plt Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, menyampaikan bahwa peningkatan laba ini menjadi bukti kepercayaan pemegang saham serta hasil dari transformasi dan penguatan fundamental bisnis yang dijalankan secara konsisten.
“Kinerja Bank Bengkulu mendapat apresiasi dari para pemegang saham. Salah satu indikatornya adalah laba tahun 2025 yang meningkat dari Rp100 miliar menjadi Rp135 miliar atau naik sekitar 30 persen. Ini merupakan laba tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Bank Bengkulu,” ujar Iswayudi.
Sebagai bank kebanggaan masyarakat Bengkulu, Bank Bengkulu terus meneguhkan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang inklusif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan produk dan layanan perbankan yang inovatif, relevan, serta mudah diakses oleh masyarakat dan pelaku usaha di berbagai sektor.
Dalam perjalanan transformasinya, Bank Bengkulu secara konsisten memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG) sebagai fondasi utama membangun institusi yang sehat dan terpercaya.
Penguatan struktur, proses, dan hasil tata kelola menjadi bagian penting dalam menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Di tengah dinamika ekonomi global dan tuntutan penguatan permodalan industri perbankan, Bank Bengkulu tetap mampu menunjukkan resiliensi dan pertumbuhan positif. Hingga 31 Desember 2025, total aset Bank Bengkulu tercatat sebesar Rp11,190 triliun, tumbuh 8,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penyaluran kredit meningkat 5,45 persen menjadi Rp7,816 triliun, sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 2,52 persen mencapai Rp8,205 triliun.
Kinerja positif tersebut juga tercermin dari rasio keuangan yang tetap terjaga pada level sehat, dengan Return on Assets (ROA) sebesar 1,64 persen, Return on Equity (ROE) 9,51 persen, serta Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,11 persen. Posisi modal inti per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,453 triliun, memperkuat struktur permodalan perseroan.
Ke depan, strategi bisnis Bank Bengkulu akan difokuskan pada percepatan transformasi digital, penguatan inovasi layanan, serta peningkatan respons terhadap kebutuhan pasar. Dukungan terhadap sektor produktif, khususnya UMKM, tetap menjadi prioritas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sinergi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat guna mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Bengkulu.
Selain kinerja bisnis, Bank Bengkulu juga berkomitmen menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai bagian dari prinsip keberlanjutan, guna memberikan dampak positif secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.
















