BEKENTV – Ummu Umarah sosok wanita terhormat dan banyak dikenal karena keberaniannya sebagai pejuang di medan perang pada zaman Nabi Muhammad SAW.
Di zaman nabi Muhammad SAW, banyak kaum perempuan hebat bahkan telah diabadikan menjadi sejarah perjuangan, sehingga bisa dijadikan teladan bagi wanita muslim sekarang ini.
Meskipun banyak ujian dan rintangan yang menghadangi perjuangan Rasulullah dalam memperjuangkan dakwahnya, tapi beliau selalu dibantu para sahabatnya, terutama kaum perempuan.
Termasuk kisah wanita satu ini yang dapat diteladani bersama, yakni Ummu Umarah. Wanita pertama yang memeluk Islam dari kalangan sahabiyah, serta juga yang paling membela Rasulullah.
Kisah Ummu Umarah (Wanita Tangguh Pejuang Muslimah)
Memiliki Nama lengkap Ummu Umarah Nusaibah binti Ka’b ibn Amr ibn Auf ibn Mabdzul al-Khazrajiyyah an-Najjariyyah al-Anshariyyah al-Maziniyyah al-Madaniyyah. Ia asalnya dari kalangan Ansor, suku Khazraj dari bani Mazin bin An-Najjar dan lahir di kota Madinah.
Ummu Umarah sendiri telah menikah dengan Zaid bin Ashim Al-Maizini An-Najjari dan memiliki dua putra yakni Abdullah dan Habib.
Sebagai pemeluk Islam, beliau memiliki keteladanan kaum muslimin, bahkan hatinya sepenuhnya milik Allah SWT. Selain itu, suami dan anak-anaknya pun masuk Islam ketika Baiat Aqabah.
Ummu Umarah adalah pejuang yang berani serta rela berkorban, termasuk kedua putra dan suaminya. Salah satu perang yang mereka libatkan yakni pada perang Uhud.
Muhammad bin Ishaq rahimahullah mengatakan, “Ada dua perempuan yang menghadiri Baiat Aqabah. Salah seorang dari mereka adalah Nusaibah binti Ka’ab bin Amr yaitu Ummu Ammarah.
Ia juga turut hadir dalam peperangan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seperti di Perang Uhud. Nusaibah adalah istri dari Zaid bin Ashim dan ibu dari Hubaib bin Zaid dan Abdullah bin Zaid.”
Kemudian ada saat Ummu Umarah mulai bertanya pada Rasulullah SAW,
“Ya Rasulallah, kenapa banyak diantara perintah syari’at hanya diperintahkan kepada pria, dan hanya sedikit perintah yang ditujukan kepada wanita.”
Lalu turunlah wahyu dari Allah Ta’ala yang menjadi jawaban pertanyaan beliau, dan ditegaskan tentang posisi wanita dalam Islam.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 35, yang artinya:
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”
Begitulah sosok Ummu Umarah, ia bahkan lebih unggul dari banyak oang di tiap bidang yang dijalalani, termasuk dalam perperangan yang diikuti.
Ia salah satu wanita yang telah berkorban dalam perjuangan jihad di masa silam, dan tetap akan hidup diingatan seseorang yang mengikuti jejaknya.
Perannya yang begitu berarti pada saat perang Uhud, ketika itu beliau tak ingin Rasulullah SAW berada dalam bahaya.
Sehingga ia datang ke hadapan Nabi Muhammad SAW, dan menjadi bentengnya, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidaklah aku melihat ke kanan dan ke kiri melainkan aku melihatnya berperang untuk membelaku.”
Kemudian, Rasulullah mengetahui bahwa suami dan anak-anak Ummu Umarah ikut berperang. Beliau berkata kepada Abdulullah (anak Ummu Umarah), “Semoga Allah memberkahi kalian wahai ahlul bait semoga Allah merahmati kalian wahai ahlul bait.”
Ummu Umarah pun berkata, “Aku berdoa kepada Allah agar kami bisa menemani engkau di Surga.”
Rasulullah kembali berdoa: “Ya Allah, jadikan mereka menjadi teman-teman ku di Surga.”
Berkata lagi Ummu Umarah, “Demi Allah, saya tidak peduli apa pun yang terjadi pada diri saya di dunia ini setelah itu.”
Perjuangan seorang Ummu Umarah tak berhenti di masa Rasulullah SAW masih hidup, ia tetap menjalankan misi dakwah Islamnya.
Sampai akhir hayatnya, ia senantiasa ikut serta bersama pasukan Abu Bakar RA, yang saat itu sedang berperang dengan orang murtad serta perang-perang lainnya.
Demikian inilah sepenggal kisah Ummu Umarah waniya pertama yang memeluk Islam dari kalangan sahabiyah, serta juga yang paling membela Rasulullah.
















