Keluarga mereka pun dihukum dengan siksaan yang amat pedih, bahkan dipaksan untuk keluar dari Islam.
Berbagai siksaan datang kepada mereka, hingga dibawalah ke gurun pasir di kala matahari begitulah teriknya dan cukup menyengat serta ditaburkan di atas tubuh itu pasir.
Bahkan, disediakan batu besar untuk diletakkan di atas dada Sumayyah, beliau mengabaikan hal itu dan tetap pada pendiriannya dalam memeluk Islam, sekalipun harus menerima siksaan.
Tidak ada satupun rintihan atau keluhan dari mereka, termasuk Sumayyah, selain terdengar ucapan ‘Ahad… Ahad…’.
Diulang-ulang ucapan itu saat mereka disiksa dengan sangat keji.
















