Sehingga, Abu Bakar pergi ke kediaman Mutm bin Adi yang merupakan Ayah Jabir, dan saat itu keluarga Jabir belum masuk Islam. Setelah disampaikan maksud kedatangannya, Muthim lantas meminta pendapat istrinya, kemudian istrinya menjawab, “Wahai Abu Bakar engkau ingin agar anak kami masuk Islam setelah menikah dengan putrimu.”
Namun, pada akhirnya Aisyah pun dinikahkan dengan Nabi Muhammad SAW. Diketahui bahwa kala itu, Aisyah masih seorang gadis cilik yang kekanak-kanakan, bahkan sering sekali membuat marah ibunya, lantas ia mendapat hukuman.
Terkadang, Rasulullah melihat Aisyah saat tengah dimarahi kemudian membuat beliau iba. Nabi Muhammad SAW berkata kepada ibunya Aisyah, “Wahai Ummu Ruman perlakukanlah Aisyah dengan baik, jagalah ia untukku.”
















