Selain balita, Dinas Kesehatan juga menganggarkan susu tambahan bagi 160 ibu hamil yang mengalami penurunan berat badan atau berat badan tidak mengalami kenaikan selama masa kehamilan.
“Untuk ibu hamil, sasaran kita sebanyak 160 orang, khususnya ibu hamil yang berat badannya turun atau tidak naik,” jelasnya.
Helma menjelaskan bahwa pemberian susu tambahan dilakukan secara bertahap setiap tiga bulan. Setelah masa pemberian tersebut, balita dan ibu hamil akan kembali diperiksa untuk melihat perkembangan kondisi gizinya, sebelum kemudian diberikan susu tambahan kembali.
“Pemberian ini dilakukan per tiga bulan. Setelah itu akan dilakukan pemeriksaan ulang, lalu diberikan kembali susu tambahan baik untuk balita maupun ibu hamil,” tambahnya.
















