BENGKULU, BEKENTV – Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan menganggarkan program pemberian susu tambahan bagi balita kurang gizi dan ibu hamil sebagai upaya peningkatan gizi masyarakat sekaligus langkah awal menurunkan angka stuntinG.
Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan, Helma Boti, mengatakan bahwa pada tahun 2026 pihaknya mengalokasikan pemberian susu tambahan untuk 185 balita kurang gizi yang akan dilaksanakan selama Januari hingga Desember 2026.
“Untuk balita kurang gizi, tahun ini kita anggarkan sebanyak 185 balita. Program ini berjalan dari Januari sampai Desember 2026 dan mencakup seluruh wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan,” ujar Helma.
Selain balita, Dinas Kesehatan juga menganggarkan susu tambahan bagi 160 ibu hamil yang mengalami penurunan berat badan atau berat badan tidak mengalami kenaikan selama masa kehamilan.
“Untuk ibu hamil, sasaran kita sebanyak 160 orang, khususnya ibu hamil yang berat badannya turun atau tidak naik,” jelasnya.
Helma menjelaskan bahwa pemberian susu tambahan dilakukan secara bertahap setiap tiga bulan. Setelah masa pemberian tersebut, balita dan ibu hamil akan kembali diperiksa untuk melihat perkembangan kondisi gizinya, sebelum kemudian diberikan susu tambahan kembali.
“Pemberian ini dilakukan per tiga bulan. Setelah itu akan dilakukan pemeriksaan ulang, lalu diberikan kembali susu tambahan baik untuk balita maupun ibu hamil,” tambahnya.
Sementara itu, teknis pelaksanaan program dilakukan melalui puskesmas. Pihak puskesmas terlebih dahulu mendata warganya dan melaporkan ke Dinas Kesehatan, kemudian puskesmas yang akan membagikan susu tambahan tersebut kepada sasaran.
Dari sisi anggaran, Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan mengalokasikan dana sebesar Rp450 juta untuk susu balita dan Rp331 juta untuk susu tambahan ibu hamil.
Helma juga merinci bahwa dalam satu kotak susu berisi 10 saset. Untuk balita, setiap anak akan menerima 180 saset atau setara dengan 18 kotak selama tiga bulan. Sementara untuk ibu hamil, setiap orang mendapatkan 160 saset atau 16 kotak untuk periode tiga bulan.
“Harapan kami, anak-anak ini bisa tumbuh dengan berat badan yang sesuai dengan usianya. Sedangkan untuk ibu hamil, diharapkan tidak mengalami kekurangan energi kalori, karena jika berat badan ibu tidak naik, dikhawatirkan anak akan mengalami kekurangan gizi dan risiko kesehatan lainnya,” tutup Helma.
Program ini menjadi salah satu langkah awal Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Dinas Kesehatan dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di wilayah Bengkulu Selatan.
















