Ia menyebut bahwa dengan adanya program MBG tersebut dinilai mampu membantu pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik di berbagai jenjang pendidikan di Kota Bengkulu. Di sisi lain, meminta agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat memberikan menu makanan yang bervariasi namun tetap mengacu pada standar pemenuhan gizi yang telah ditetapkan oleh BGN.
“Kami terus mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk segera berkoordinasi apabila menemui permasalahan di lapangan, sehingga dapat segera dicarikan solusi dan program tetap berjalan optimal,” ujar Ilham.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu sebanyak 25 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut telah memiliki sertifikat Standar Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).
















