“Kami melihat Generasi Z berada pada fase emosional yang cukup labil. Karena itu, skrining kesehatan jiwa menjadi sangat penting agar potensi masalah psikologis dapat dicegah sebelum berkembang lebih jauh,” ujar Nelli Hartati.
Program skrining kesehatan jiwa ini akan dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kota Bengkulu. Sekolah-sekolah akan menjadi titik awal pelaksanaan kegiatan, mengingat lingkungan pendidikan dinilai paling efektif untuk menjangkau anak-anak dan remaja secara menyeluruh.
Kegiatan yang direncanakan meliputi penyuluhan kesehatan mental, deteksi dini kondisi psikologis, serta pemeriksaan awal terhadap siswa. Hasil skrining tersebut nantinya akan ditindaklanjuti melalui Puskesmas terdekat untuk memastikan penanganan yang berkelanjutan dan tepat sasaran.
















