BENGKULU, BEKENTV – Program magang sambil bekerja ke Jepang yang luncurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu tahun 2026 kembali bergulir.
Tidak mendorong proses rekrutmen, pemuda Bengkulu yang berminat juga didukung dengan pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Bengkulu.
Kepala Disnakertrans Provinsi Bengkulu, Syarifudin, menyampaikan bahwa program magang pekerja ke Jepang telah menjadi agenda rutin pemerintah daerah.
“Untuk program magang pekerja ke Jepang, insya Allah setiap tahun tetap ada,” ujar Syarifudin.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut dilaksanakan atas arahan langsung Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan Bank Bengkulu menyiapkan dana sebesar Rp10 miliar.
“Melalui arahan Pak Gubernur, Pemprov Bengkulu bersama Bank Bengkulu menyiapkan dana Rp10 miliar yang diperuntukkan bagi para pekerja Indonesia asal Bengkulu untuk mengikuti program magang ke Jepang. Program ini terus kami jalankan,” katanya.
Syarifudin menambahkan, pada awal tahun lalu Gubernur Bengkulu menargetkan sebanyak 1.000 tenaga kerja diberangkatkan ke Jepang, baik sebagai pekerja magang maupun pekerja penuh.
“Hingga akhir tahun kemarin, kami hampir mencapai target tersebut. Sekitar 800 orang sudah diberangkatkan ke Jepang, baik dengan status pekerja penuh maupun pekerja magang,” jelasnya.
Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat Bengkulu, tetapi juga menjadi sarana peningkatan keterampilan, etos kerja, dan daya saing tenaga kerja di tingkat internasional.
Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap program magang dan penempatan kerja ke Jepang dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang, sehingga semakin banyak tenaga kerja lokal yang memperoleh pengalaman kerja di luar negeri dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah saat kembali ke Tanah Air.
















