BENGKULU, BEKENTV – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Selatan terus mengupayakan peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah tersebut. Salah satu kebutuhan mendesak yang kembali diusulkan ialah pengadaan alat berat berupa ekskavator yang dapat siaga (stand by) di kantor BPBD.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bengkulu Selatan, Akisar Diardi, mengatakan bahwa usulan pengadaan ekskavator ini sebenarnya sudah disampaikan sejak beberapa tahun lalu. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kita sudah dari dulu mengusulkan alat berat, khususnya ekskavator, untuk stand by di BPBD. Karena alat dari balai ini kadang-kadang tidak berada di lokasi saat dibutuhkan,” ujar Akisar.
Lebih lanjut, menurutnya keberadaan ekskavator yang siaga di BPBD sangat penting untuk mempercepat penanganan darurat, terutama saat terjadi longsor, banjir, atau bencana lainnya yang memerlukan tindakan cepat di lapangan.
“Kalau kita harus menunggu alat berat dari luar, tentu memakan waktu. Seperti kejadian longsor kemarin, kami harus menunggu sampai seharian baru ekskavator tiba di lokasi,” jelas Akisar.
Akisar menegaskan, bahwa keterlambatan tersebut sering kali menjadi kendala utama dalam penanganan darurat, sehingga pengadaan ekskavator yang siaga di BPBD menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
“Kami sangat berharap ekskavator bisa disediakan dan ditempatkan di BPBD, agar saat terjadi bencana kita bisa langsung bergerak tanpa menunggu bantuan dari pihak lain,” tutup Akisar.
BPBD Bengkulu Selatan berkomitmen untuk terus mengusulkan kebutuhan ini setiap tahun ke BNPB, dengan harapan usulan tersebut dapat segera terealisasi demi memperkuat kesiapsiagaan dan mempercepat respon penanganan bencana di daerah.
Ary Rahmad
















