Berkata Saudah, “Pertahankan aku, wahai Rasulullah. Demi Allah, aku tidaklah berambisi untuk memiliki suami, tetapi aku berharap bahwa saat Allah membangkitkanku pada hari kiamat nanti, aku bangkit sebagai istrimu.”
Bahkan, Saudah pun rela jika memberikan malam yang seharusnya Nabi bersamanya, lantas diberikan kepada Aisyah. Kemudian, Rasulullah SAW akhirnya mengabulkan permintaan tersebut untuk Saudah. Adanya peristiwa tersebut, kemudian Allah SWT berfirman dalam surah an-Nisa ayat 128, yang artinya:
“Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik.”
















