“Saya bangga bisa membuka lapangan kerja dan membantu perekonomian keluarga. Semua ini berawal dari mimpi sederhana seorang anak rantau,” kenang Gustianti.
Dengan omzet sekitar Rp 65 juta hingga Rp 75 juta per bulan, Gustianti terus berinovasi dan meningkatkan produksi. Ia juga memanfaatkan limbah kulit jeruk menjadi pupuk kompos, manisan kulit jeruk, dan minyak atsiri untuk sabun wangi atau aromaterapi.
“Sebagai UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, saya mendapatkan banyak pembelajaran melalui pelatihan, jejaring peserta se-Nusantara, serta dukungan promosi dan keikutsertaan expo yang memperluas pasar,” ujar Gusti.
















