Ia menambahkan, berdasarkan subsektor, dari lima subsektor pertanian terdapat dua subsektor yang mengalami penurunan NTP. Penurunan terjadi pada subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,39 persen serta subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 1,10 persen.
“Sedangkan tiga subsektor lainnya justru mengalami peningkatan NTP, yakni subsektor Hortikultura naik sebesar 0,54 persen, subsektor Peternakan meningkat 0,20 persen, dan subsektor Perikanan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,26 persen,” jelasnya.
Meski NTP mengalami penurunan, Win Rizal menyampaikan bahwa Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Bengkulu pada Desember 2025 tercatat sebesar 209,67 atau mengalami kenaikan sebesar 0,20 persen dibandingkan NTUP pada bulan sebelumnya.
















