“Sampai saat ini listrik kita masih sering padam, terutama di wilayah kabupaten. Karena itu, kita ingin tahu berapa sebenarnya suplai listrik dari TLB untuk Provinsi Bengkulu,” ujar Sri Rezeki.
Terkait pengelolaan limbah, manajemen PT TLB mengklaim telah memperoleh peringkat Proper Biru, yang berarti pengelolaan lingkungan perusahaan dinilai telah sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Sementara itu, Teuku Zulkarnain menyampaikan bahwa secara kasat mata, limbah padat hasil pembakaran batu bara yang ditinjau langsung tidak menunjukkan permasalahan serius. Begitu pula dengan air limbah yang dibuang ke laut, yang diklaim telah sesuai standar suhu.
















