Tertarik dengan tawarannya, korban kemudian berangkat ke Bengkulu dan tinggal di kos yang sama dengan terlapor. Namun, setibanya di kota itu, korban mengaku diarahkan untuk bekerja pada sebuah aplikasi berlogo hijau, dengan sistem kerja yang mengharuskannya mengikuti seluruh perintah dan arahan terlapor.
Seiring berjalannya waktu, korban merasa dirinya dikekang dan diawasi secara ketat. Selain itu, korban juga mengaku mengalami tekanan dan dugaan pemerasan secara ekonomi. Merasa tidak nyaman dan tertekan, korban akhirnya memutuskan untuk berhenti dan tidak lagi mengikuti perintah terlapor.
















