BENGKULU, BEKENTV – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkulu Selatan terus berupaya menekan angka kekurangan gizi pada ibu hamil di wilayah tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun sejak Januari hingga Oktober 2025, tercatat sebanyak 127 ibu hamil mengalami permasalahan gizi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bengkulu Selatan, Helma Boti, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan program pemberian susu tambahan sebagai salah satu bentuk intervensi gizi bagi ibu hamil yang terindikasi kekurangan nutrisi.
“Jadi sampai hari ini kita telah mencatat ada 127 ibu hamil yang bermasalah gizi. Susu ini kita siapkan sebagai makanan tambahan bagi ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi,” ujar Helma.
Menurut Helma, Dinkes Bengkulu Selatan telah menyiapkan sebanyak 3.315 sachet susu dengan total anggaran mencapai Rp152 juta. Nantinya, susu tersebut akan dibagikan melalui 14 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Bengkulu Selatan agar penyalurannya lebih merata dan tepat sasaran.
“Setiap ibu hamil yang mengalami permasalahan gizi akan mendapatkan antara 160 hingga 180 sachet susu untuk dikonsumsi selama tiga bulan ke depan. Pemberiannya disesuaikan dengan berat atau ringannya permasalahan gizi yang dialami,” jelasnya.
Helma menambahkan, pemberian susu tambahan ini merupakan langkah lanjutan dari program pemantauan status gizi ibu hamil yang rutin dilakukan oleh tenaga kesehatan di puskesmas. Para bidan dan petugas gizi di lapangan juga diminta untuk terus melakukan edukasi mengenai pentingnya asupan makanan bergizi selama masa kehamilan.
“Pemeriksaan rutin di puskesmas menjadi kunci utama untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan janin tetap terpantau dengan baik. Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini tidak hanya sebatas pemberian susu, tetapi juga bagian dari pendampingan menyeluruh bagi ibu hamil,” tegasnya.
Melalui program ini, Dinkes Bengkulu Selatan berharap dapat menekan angka bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) serta mencegah stunting di daerah tersebut.
“Dinas Kesehatan berkomitmen untuk terus memperkuat upaya pencegahan gizi buruk, terutama bagi ibu hamil, agar generasi Bengkulu Selatan tumbuh sehat, kuat, dan berkualitas,” tutup Helma.
(Ary Rahmad)
















