Ia menjelaskan, kemungkinan proses pengajuan tersebut akan sedikit memakan waktu mengingat pada tahun ini banyak daerah lain di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatra, yang juga terdampak bencana dan membutuhkan bantuan dana serupa.
“Kita tahu tahun ini cukup banyak daerah yang terdampak bencana, terutama di Sumatra. Mungkin kita akan sedikit terlambat, namun kita berharap pada tahun 2026 nanti dana hibah dan rekonstruksi ini bisa terealisasi,” katanya.
Lebih lanjut, Nusa Dian menyebutkan bahwa untuk usulan dana rekonstruksi tersebut terdapat tiga item prioritas yang diajukan, yakni satu pembangunan jembatan serta dua pekerjaan pelapisan tebing yang dinilai mendesak untuk ditangani.
















