Ia menjelaskan, hasil evaluasi prestasi pada PON sebelumnya menjadi pedoman utama dalam menentukan skala prioritas. Cabor yang mampu meraih medali perunggu pada PON Aceh–Sumut ditargetkan meningkat menjadi emas pada PON mendatang.
“Pedoman kita, cabor yang meraih perunggu di PON Aceh–Sumut, di PON NTT dan NTB nanti harus bisa mendapatkan emas,” tegasnya.
Teuku menambahkan, KONI Bengkulu membagi prioritas pembinaan ke dalam dua kategori. Prioritas pertama difokuskan pada cabor yang ditargetkan meraih emas, seperti tinju, gulat, silat, dan cabang unggulan lainnya.
“Kemudian prioritas kedua adalah atlet-atlet yang berpotensi mendapatkan medali, tidak harus emas. Jadi target kita ada dua, pertama emas dan yang kedua atlet yang berpotensi mendapatkan medali,” jelasnya.
















