Doa ini memiliki makna yang sangat dalam, Nabi Sulaiman AS memulai doanya dengan memohon ampunan, sebelum meminta rezeki dan kekuasaan.
Hal ini menjadi pelajaran penting bahwa istighfar merupakan kunci dibukanya pintu rezeki. Ampunan Allah menjadi dasar agar nikmat yang diberikan membawa kebaikan, bukan kesombongan.
Selain itu, doa Nabi Sulaiman AS juga mengajarkan bahwa rezeki sejati adalah anugerah dari Allah SWT semata.
Kalimat “innaka antal Wahhaab” menegaskan keyakinan bahwa Allah adalah Maha Pemberi tanpa batas, yang memberi sesuai dengan kehendak dan hikmah-Nya.
Amalan doa Nabi Sulaiman ini dapat dibaca setelah sholat fardhu, sholat sunnah seperti Dhuha, atau di waktu-waktu mustajab lainnya.
















