BENGKULU, BEKENTV – Kondisi jalan peninggalan Inggris yang membentang di kawasan pesisir Pantai Seluma kian memprihatinkan.
Ruas jalan yang menghubungkan Desa Rawa Indah hingga Desa Pasar Seluma tersebut mengalami kerusakan parah dan nyaris tidak layak dilalui, terutama saat musim hujan.
Jalan sepanjang kurang lebih 15 kilometer itu dipenuhi kubangan air sedalam sekitar 30 sentimeter, lumpur, serta badan jalan yang hancur di sejumlah titik. Padahal, jalur ini merupakan akses utama masyarakat pesisir dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kerusakan jalan tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Ruas jalan tersebut menjadi satu-satunya jalur terdekat untuk mengangkut hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan menuju pusat Kota Tais.
Kepala Desa Penago Baru, Salikin, menegaskan bahwa kondisi jalan tersebut telah lama dikeluhkan oleh warga. Namun hingga kini, belum ada perbaikan signifikan yang dirasakan masyarakat.
” Iya, jalan ini sangat penting bagi warga kami di pesisir. Saat hujan turun, jalan hampir tidak bisa dilewati dengan aman. Risiko kecelakaan sangat tinggi,” ujar Salikin.
Ia menyampaikan bahwa pihak desa bersama perwakilan masyarakat telah berulang kali menyuarakan aspirasi perbaikan jalan, termasuk dengan mengajukan proposal resmi kepada Gubernur Bengkulu dan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Bengkulu.
“Kami berharap pemerintah provinsi maupun instansi terkait benar-benar memberikan perhatian. Masyarakat menunggu tindakan nyata, bukan hanya janji,” tegasnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan. Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyebutkan, apabila keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala, pembangunan jalan akan diusulkan melalui skema pembiayaan program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.
Masyarakat pesisir Pantai Seluma pun berharap komitmen tersebut dapat segera direalisasikan agar akses jalan yang menjadi urat nadi kehidupan mereka tidak terus terabaikan.
” Ya kami harap jalan itu bisa segera dibangun. Karena jalan itu sudah belasan tahun rusak hingga saat ini tak kunjung ada perbaikan,” ujarnya.
















