“Banyak koperasi yang sudah tidak lagi menyampaikan laporan rutin, tidak melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), bahkan tidak menjalankan kegiatan usaha sama sekali,” ujar Dwi.
Ia menjelaskan, RAT merupakan indikator penting dalam menilai kesehatan koperasi. Melalui forum tersebut, pengurus menyampaikan laporan pertanggungjawaban serta menyusun rencana kerja ke depan bersama anggota.
“Kalau RAT tidak dilaksanakan, biasanya itu tanda koperasi mulai tidak sehat. Transparansi dan partisipasi anggota menjadi kunci utama keberlanjutan koperasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, selain persoalan administrasi ada sejumlah koperasi juga yang menghadapi tantangan keterbatasan modal, kurangnya inovasi usaha, serta minimnya keterlibatan anggota.
















