“Sudah kami sampaikan melalui staf, bahkan tadi pagi juga sudah diingatkan, tapi sampai sekarang belum ada yang datang menghadap saya sebagai kepala desa,” ujarnya.
Ia menyebut kandang ayam tersebut telah beroperasi sejak sekitar tahun 2001. Jika ke depan tidak ada itikad baik maupun solusi nyata, pemerintah desa siap mengambil langkah tegas, termasuk menutup operasional kandang ayam tersebut.
“Kalau tidak ada solusi dan keberadaannya tidak memberikan manfaat bagi masyarakat, kami akan mengambil sikap tegas, bahkan sampai penutupan kandang ayam,” kata Muslimin.
Menurutnya, persoalan serbuan lalat tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi warga.
















