<strong>BENGKULU, BEKENTV</strong> - PT Pegadaian Syariah mencatat peningkatan signifikan dalam transaksi gadai di Provinsi Bengkulu menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Kepala Pegadaian Syariah cabang Bengkulu, Heriyadi, mengatakan bahwa transaksi gadai sejak awal tahun 2026 telah mencapai Rp8,2 miliar. Heriyadi menjelaskan bahwa masyarakat Bengkulu banyak melakukan transaksi gadai untuk modal usaha dan kebutuhan lainnya. "Di awal tahun ini kami mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari segi angka Rp8,2 miliar untuk transaksi gadai," kata Heriyadi. Mayoritas transaksi gadai di Bengkulu berupa perhiasan dan emas, yaitu sekitar 90 persen. Heriyadi mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena perhiasan dan emas memiliki nilai yang tinggi dan mudah dibawa.<!--nextpage--> "Tidak bisa dipungkiri karena perhiasan lebih mudah untuk dibawa, barangnya kecil tapi nilai uangnya sangat besar ditambah harga emas lagi merangkak naik tentunya yang didapat oleh nasabah lebih besar," terang dia. Heriyadi memprediksi bahwa menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, banyak masyarakat yang akan melakukan penebusan barang gadai, terutama perhiasan dan emas. Transaksi gadai di Pegadaian Syariah cabang Bengkulu sejak Januari hingga Desember 2025 mencapai Rp126,7 miliar, didominasi oleh barang gadai berupa emas. Sementara itu, transaksi gadai sejak Januari hingga April 2025 mencapai Rp132 miliar, meningkat 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.<!--nextpage--> <strong>(M. Tri Imron)</strong>