“Biasanya kalau cuaca panas, air cepat surut. Tapi sekarang banjirnya bertahan lama. Ini menandakan saluran air tidak berfungsi dengan baik akibat pekerjaan proyek,” ujarnya.
Ia pun meminta kontraktor pelaksana segera menyelesaikan pekerjaan, mengingat tahun anggaran telah berakhir. DPRD Kota Bengkulu, kata Marliadi, akan terus mengawal persoalan ini agar masyarakat tidak terus dirugikan.
Diketahui, proyek pengendalian banjir di kawasan Tanjung Agung merupakan proyek Balai Wilayah Sungai Sumatera VII (BWSS VII) Bengkulu dengan nilai anggaran sekitar Rp100 miliar.
















