Ia menegaskan, lambatnya penyelesaian proyek menjadi persoalan utama. Padahal, proyek tersebut seharusnya rampung pada Desember 2025, namun hingga awal tahun 2026 masih banyak pekerjaan yang belum selesai sehingga menghambat aliran air.
“Pekerjaan ini terlalu lambat. Sampai sekarang belum juga selesai, padahal sudah masuk tahun anggaran baru. Kita berharap kontraktor segera menuntaskan pekerjaan agar tidak terus mengganggu aktivitas warga, apalagi di musim hujan seperti sekarang. Hujan sebentar saja langsung banjir,” tegasnya.
Marliadi juga menyoroti kondisi banjir yang dinilainya tidak wajar karena air menggenang cukup lama dan tidak cepat surut seperti biasanya.
















