Diketahui, Saudah menerima lamaran dari Nabi sehingga ia menjadi wanita pertama yang dinikahi beliau setelah sepeninggal Khadijah.
Istri Nabi tersebut merupakan putri dari Zam’ah bin Qais dari Suku Quraisy. Ia asalnya dari keturunan Luaiy, salah satu nenek moyang Nabi Muhammad SAW.
Kabar baiknya ialah ayah Saudah menjadi salah satu orang yang pertama memeluk Islam di awal masa kenabiannya. Saudah menyadari di masa awal pernikahannya dengan Nabi, bahwa ia tak dapat menggantikan peran Khadijah.
Hanya saja, Saudah menilai bahwa pernikahannya tersebut merupakan bentuk dari kebajikan, kasih sayang serta pelipur lara untuk Rasulullah SAW. Di dalam rumah tangga Nabi Muhammad, Saudah mampu menciptakan kegembiraan serta keharmonisan selaku istrinya.
















