Demi memuaskan pelanggan, Rika memproduksi hingga 400 potong risol setiap sore, dengan pembagian 100 potong untuk setiap varian. Angka ini naik drastis 100% dibandingkan hari-hari biasa.
“Biasanya sebelum magrib sudah hampir habis. Yang paling banyak dicari mayones dan ayam krispi,” katanya.
Fenomena sore hari di Alun-Alun Tais ini membuktikan bahwa Ramadan bukan sekadar momen ibadah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus ruang kebersamaan bagi masyarakat Kabupaten Seluma.
















