Kondisi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga setempat, salah satunya Deni Putra (29). Ia sengaja datang lebih awal demi mengamankan menu favoritnya sebelum kehabisan.
“Kalau Ramadan, di sini paling lengkap. Suasananya juga berbeda, ramai menjelang magrib itu terasa sekali nuansa puasanya,” ujarnya.
Lonjakan pengunjung membawa angin segar bagi para pelaku usaha kuliner. Rika (30), seorang penjual risol, mengungkapkan bahwa dirinya harus melipatgandakan stok dagangan demi memenuhi permintaan pembeli yang membeludak. Ia menawarkan empat varian andalan: mayones, ayam, sayur, dan ayam krispi.
















