“Kami akan melakukan monitoring rutin agar Alsintan yang disalurkan tidak berpindah tangan atau terbengkalai, serta tetap dalam kondisi layak pakai,” tegas Binagransya.
Penerapan mekanisasi pertanian melalui penggunaan alat modern tersebut dinilai mampu menjawab tantangan minimnya tenaga kerja pertanian dan tingginya biaya produksi. Selain meningkatkan efisiensi waktu tanam dan panen, penggunaan Alsintan juga diharapkan mampu menekan potensi kehilangan hasil panen.
Dinas Pertanian Bengkulu Selatan menargetkan proses evaluasi kelompok tani calon penerima Alsintan dapat diselesaikan dalam waktu dekat, sehingga bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal pada musim tanam berikutnya.
















