“Progres pekerjaan baru 65 persen mas,” ujarnya
Supriono menyebut keterlambatan penyelesaian pekerjaan dipengaruhi beberapa faktor, terutama kondisi cuaca yang tidak mendukung.
“Keterlambatan progres karena kendala cuaca. Curah hujan tinggi menyebabkan lokasi proyek tergenang banjir. Hal ini cukup menghambat, terutama saat proses penimbunan tanah di atas lahan gambut,” ujar Supriyono.
Meski tidak rampung sesuai target awal, Supriyono memastikan pekerjaan tetap berjalan dan terus dikebut.
Semetara itu, Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Seluma, Zuraini, selaku pihak yang melakukan monitoring dan pengawasan proyek, mengungkapkan bahwa besar kemungkinan pembangunan Kampung Nelayan tersebut tidak dapat diselesaikan pada tahun anggaran 2025.
















