<strong>BENGKULU, BEKENTV -</strong> Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu tahun anggaran (TA) 2025 kurang dari 75 persen. Sementara target sebesar Rp 1,2 triliun. Pelaksanaan tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Bengkulu, Tommy Irawan menyampaikan bahwa realisasi PAD tahun 2025 sekitar Rp 800 juta hingga 900 juta atau kurang dari 75 persen dari target Rp 1,2 triliun tahun 2025. "Realisasi PAD sebesar Rp 1,2 triliun capaiannya hanya Rp 800 miliar hingga Rp 900 miliar atau capaiannya di bawah 75 persen," kata Tommy Irawan. Ia mengukapkan dengan tidak tercapainya target PAD berdampak kepada belanja kontraktual fisik yang pekerjaan telah selesai menjadi belum bisa dibayarkan pada akhir 2025.<!--nextpage--> "Ada defisit di sana mengakibatkan beberapa pekerjaan fisik yang tidak bisa dibayarkan atau tunda bayar," lanjutnya. Ia menjelaskan bahwa tunda bayar pekerjaan tersebut berada di satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). "Adapun tunda bayar atau terhutang itu sekitar Rp 170 miliar," jelasnya. Ia menegaskan, Gubernur Bengkulu telah melakukan berbagai upaya untuk memenuhi target PAD termasuk bekerjasama dengan Aparat Penegak Hukum (APH). Sementara itu, hutang ini, telah ditegaskan oleh gubernur harus dilunasi pada tahun 2026. Pemprov Bengkulu telah mengeluarkan surat pernyataan utang sebagai komitmen untuk melunasi beberapa pekerjaan fisik yang tuntas namun belum terbayarkan.<!--nextpage--> "Pak gubernur berkomitmen tahun 2026 semua hutang itu harus terbayarkan," pungkasnya.