“Setiap hari sampah terus bertambah, sementara kapasitas lahan terbatas. Untuk jangka menengah dibutuhkan perluasan TPA, namun langkah awal yang kami lakukan saat ini adalah penataan ulang sampah yang sudah ada,” ujar Erwin.
Dalam penataan tersebut, DLHK mengerahkan puluhan personel, satu unit eksavator, serta tiga unit truk sampah. Tumpukan sampah yang sebelumnya menutup akses jalan berhasil dipindahkan ke zona pembuangan, dengan volume setara hampir 500 mobil sampah.
Erwin menambahkan, setelah penataan selesai, TPA Kayu Arau ditargetkan kembali beroperasi normal dengan sistem control landfill. Selama enam bulan terakhir, pembuangan sampah sementara dialihkan ke TPA Pagar Dewa.
















