Namun suasana sempat memanas karena peserta aksi menginginkan dialog terbuka secara langsung di hadapan seluruh petani.
Rifai pun menegaskan bahwa dirinya telah mendengarkan tuntutan, termasuk permintaan pencabutan izin dan pembebasan petani.
“Saya sudah dengar semua. Tapi berikan saya ruang untuk bicara agar kita bisa berdiskusi. Kalau tidak, izinkan saya kembali,” tegasnya.
Sementara itu, pendamping petani, Puji menyampaikan bahwa pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan aksi kepada kepolisian tiga hari sebelum pelaksanaan. Ia menyebut kedatangan petani dipicu belum adanya pertemuan langsung selama tiga bulan terakhir.
















