Perusahaan tersebut berkembang pesat hingga menjual ratusan merek dan pernah memiliki valuasi lebih dari 6 miliar pound sterling.
Mantan istri Griffiths, Ploy Kringsinthanakun, menegaskan dirinya tidak terkait dengan kematian tersebut. Ia sebelumnya melaporkan Griffiths atas dugaan penipuan penjualan tanah dan saham perusahaan senilai sekitar Rp9,9 miliar. Kematian Griffiths terjadi hanya beberapa hari sebelum jadwal sidang berikutnya.
“Saya sama sekali tidak terlibat. Saya tinggal di Bangkok, bukan di Pattaya,” ujarnya, membantah segala tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan peristiwa itu.
















