BENGKULU, BEKENTV – Hingga saat ini, peristiwa keributan yang terjadi di RT 10 Kelurahan Bumi Ayu, Kota Bengkulu, masih belum menemukan kejelasan.
Keributan yang terjadi di salah satu rumah kos pada Kamis, 15 Januari 2026 lalu tersebut menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Namun, dipastikan bahwa peristiwa tersebut tidak melibatkan Ketua RT maupun warga sekitar secara langsung.
Ketua RT 10 Kelurahan Bumi Ayu, Indayo, menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam keributan yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya.
Ia menjelaskan bahwa pada malam kejadian, memang ada seorang perempuan bersama anaknya yang datang ke rumahnya untuk meminta izin.
“Benar, malam itu ada seorang perempuan bersama anaknya yang datang ke rumah saya. Mereka menyampaikan ingin mendatangi salah satu penghuni kos-kosan untuk melakukan klarifikasi,” ujar Indayo.
Indayo menekankan bahwa dirinya hanya memberikan izin sebagai bentuk administrasi dan tidak ikut terlibat dalam klarifikasi yang dilakukan oleh perempuan tersebut.
Ia juga memastikan tidak mendampingi mereka ke lokasi kos-kosan.
“Karena mereka sudah meminta izin, maka saya persilakan. Tapi saya tegaskan, saya tidak ikut mendatangi kos-kosan tersebut dan tidak dilibatkan dalam klarifikasi apa pun,” tegasnya.
Tak berselang lama setelah itu, Indayo mengaku mendapat informasi dari warga RT 10 bahwa telah terjadi keributan dan kesalahpahaman di salah satu kos-kosan.
Meski demikian, ia menilai peristiwa tersebut merupakan persoalan pribadi yang tidak melibatkan warga sekitar maupun perangkat RT.
“Saya dapat kabar dari warga bahwa terjadi keributan. Tapi yang saya dengar, itu hanya masalah pribadi dan kesalahpahaman antar pihak yang terlibat,” jelasnya.
Atas dasar itu, pihak RT tidak mengambil langkah lanjutan karena tidak adanya laporan resmi dari warga serta kejadian tersebut tidak berdampak pada keamanan dan ketertiban lingkungan.
“Saya menyarankan agar permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan, karena tidak ada warga sekitar yang terlibat dan situasi lingkungan tetap kondusif,” tambah Indayo.
Sementara itu, hingga kini belum diketahui secara pasti kronologi maupun penyebab utama keributan yang terjadi pada Kamis malam tersebut.
Kendati demikian, sejumlah informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa keributan tersebut diduga melibatkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seluma.
Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Seluma, Deddy Ramdhani, mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan keterlibatan ASN Pemkab Seluma dalam peristiwa tersebut.
Ia menegaskan, apabila nantinya ditemukan adanya keterlibatan ASN dan terbukti melanggar aturan, Pemerintah Kabupaten Seluma akan menindaklanjuti sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak yang terlibat langsung dalam keributan tersebut. Sementara itu, aparat terkait juga belum memberikan pernyataan lanjutan.
“Informasi yang berkembang memang kami dengar, namun akan kami telusuri terlebih dahulu kebenarannya,” ujar Deddy.
















