“Keluhan petani sudah disampaikan langsung kepada Bupati. Karena itu, kami segera menindaklanjutinya dengan melakukan pengerukan untuk mengembalikan fungsi bendungan,” ujar Binagransyah.
Ia menambahkan, normalisasi Bendungan Selepah menjadi prioritas karena saat ini wilayah Kecamatan Seginim telah memasuki musim tanam. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi menghambat proses tanam dan menurunkan produktivitas padi.
“Dengan pengerukan ini, kami berharap suplai air kembali lancar sehingga seluruh sawah dapat terairi secara optimal,” jelasnya.
Menurut Binagransyah, Bendungan Selepah memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Bendungan ini mengairi sekitar 1.000 hektare lahan persawahan di Kecamatan Seginim yang merupakan salah satu sentra produksi padi di Bengkulu Selatan.
















