Ia menegaskan, tidak ada sharing anggaran dengan pemda kabupaten kota, semua tetap dibebankan oleh Pemprov Bengkulu.
“Tidak, masih tetap Pemprov Bengkulu yang menanggung semuanya,” tegasnya.
Sebagai informasi, setiap tahun sebelumnya Pemprov Bengkulu menggelontorkan anggaran Rp 10 miliar dan Rp 16 miliar untuk biaya sewa pesawat menuju emberkasi Padang. Hal ini dikarenakan Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu belum memiliki kapasitas untuk terbang langsung ke Arab Saudi sehingga transit di Bandara internasional Minangkabau















