“Kami dari Dinas Kesehatan sebagai bagian dari program ini tentu terus berkoordinasi untuk mempersiapkan data ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang dihimpun oleh Posyandu untuk kemudian diserahkan ke SPPG,” kata Edriwan.
Ia menjelaskan, pendataan dilakukan melalui kader Posyandu karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat kelurahan hingga RT.
“Kami mengoordinasikan agar Posyandu aktif melakukan pendataan. Apalagi saat ini sistemnya juga baru, Posyandu tidak hanya menjadi urusan sektor kesehatan, tetapi juga melibatkan beberapa OPD seperti BKKBN, PKK, dan lainnya,” ungkapnya.
















