“Evaluasi gubernur lebih pada efisiensi belanja, terutama belanja penunjang. Ada ketidakseimbangan alokasi anggaran, di mana belanja penunjang masih lebih besar dibandingkan kegiatan inti,” ujar Deddy Ramdhani.
Ia menjelaskan, salah satu catatan utama adalah anggaran ATK yang dinilai cukup tinggi, yakni mencapai sekitar Rp12,5 miliar. Catatan tersebut telah ditindaklanjuti oleh Pemkab Seluma melalui pergeseran anggaran dan pembahasan bersama DPRD Seluma.
“Catatan itu sudah kita tindak lanjuti melalui pergeseran anggaran dan pembahasan bersama DPRD. Ke depan, kita tinggal fokus pada pelaksanaan dan realisasi kegiatan,” tambahnya.
















