“Kita saat Nataru sudah mengantisipasi lokasi yang menjadi pusat keramaian. Pada Tahun Baru seluruh petugas libur, namun tanggal 2 Januari mereka kembali masuk kerja dan langsung membersihkan sampah-sampah yang berserakan,” ujar Yovi.
Lebih lanjut, Yovie menjelaskan bahwa volume sampah selama Nataru mengalami peningkatan sekitar 50 persen dibandingkan hari biasa. Jika pada kondisi normal sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mencapai sekitar 30 ton per hari, maka saat Nataru meningkat menjadi sekitar 40 ton atau bertambah sekitar 10 ton per hari.
“Beberapa titik memang mengalami penambahan sampah, seperti di Pantai Pasar Bawah. Di lokasi tersebut kami menempatkan dua kontainer sampah tambahan serta menurunkan lebih banyak personel untuk membantu proses pembersihan,” jelasnya.
















