Hingga saat ini, para pekerja kebersihan mengaku belum menerima informasi resmi dari pihak DLH Kota Bengkulu terkait adanya penambahan tenaga kerja baru untuk menutupi kekurangan tersebut.
“Jumlah petugas berkurang, tapi wilayah yang harus kami bersihkan justru makin luas. Ini membuat pekerjaan kami jauh lebih berat dari sebelumnya,” ujar seorang penyapu jalan yang enggan disebutkan namanya.
Selain kekurangan tenaga, para petugas juga menyoroti sistem pengawasan di lapangan yang dinilai kurang efektif. Pasalnya, pengawas lapangan berasal dari sesama petugas penyapu jalan yang juga berstatus PPPK paruh waktu. Kondisi ini dinilai menimbulkan ketimpangan dalam pembagian tugas dan tanggung jawab.
















