“Kalaupun ada yang tidak hadir, masih ada bendahara dan unsur pengurus lainnya. Insyaallah, kita tetap jalan terus,” kata Mardiono.
Lebih lanjut, Mardiono menyampaikan bahwa kader yang tidak mengakui keputusan partai berarti tidak patuh terhadap konstitusi partai.
“Nanti akan terlihat siapa yang setia dan konsisten, karena partai politik berjalan berdasarkan konstitusi. Jika tidak hadir dan tidak mengakui keputusan, itu berarti tidak loyal terhadap partai,” tegasnya.
Usai secara resmi membuka Muswil ke-X PPP Bengkulu, Ketua Umum DPP PPP Mardiono langsung meninggalkan lokasi dan kembali ke Jakarta. Sementara berdasarkan pantauan di lokasi, tidak terlihat adanya pelaksanaan rapat sidang Muswil setelah acara pembukaan.
















