BENGKULU, BEKENTV – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seluma mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang tahun 2025 mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Hingga awal Oktober 2025, tercatat 62 kasus DBD di seluruh wilayah Seluma. Jumlah ini jauh menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 285 kasus.
Kepala Dinkes Seluma, Rudy Syawaludin, melalui Kabid P2P, Mazda, mengatakan bahwa angka tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan darah pasien yang menunjukkan NS1 positif dan IgM positif, menandakan adanya infeksi dengue (DBD).
62 kasus DBD yang tercatat oleh Dinkes Seluma berdasarkan hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan NS1 positif dan IgM positif, sehingga di diagnosis mengarah kuat terkena infeksi dengue (DBD).
“Kasus DBD di Seluma hingga awal Oktober 2025 menunjuk tren penurunan. Saat ini ada 62 kasus yang diagnosisnya mengarak ke infeksi DBD,” ujar Mazda.
Lanjut, dari 22 puskesmas yang ada di Kabupaten Seluma, 13 di antaranya melaporkan kasus DBD. Kasus tertinggi berada di Puskesmas Pajar Bulan, Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM) dengan 27 kasus.
“Puskesmas Pajar Bulan mencatat kasus tertinggi, sedangkan di beberapa wilayah lain jumlahnya relatif rendah,” jelasnya.
Mazda mengungkapkan, tak hanya mengalami penurunan, kasus DBD di Seluma pun tidak menimbulkan korban jiwa sama sekali. Seluruh pasien yang terdiagnosis cepat tertangani dengan baik oleh tenaga kesehatan.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kasus DBD tahun ini. Semua pasien tertangani dengan baik,” ungkapnya.
Meski demikian, Dinkes Seluma tetap mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan gerakan 3M Plus yakni menguras tempat penampungan air, menuruti rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran DBD sejak dini.
“Pencegahan tetap yang utama. Kami mengimbau masyarakat untuk rutin menjaga kebersihan lingkungan agar kasus DBD tidak meningkat lagi,” pungkasnya.














