Menurut Kharnolis, kesepakatan untuk menggabungkan pelaksanaan manasik diambil agar proses pembinaan dan pembekalan jemaah tetap berjalan optimal meskipun kuota di masing-masing daerah tidak seimbang.
“Konsepnya adalah manasik kolaboratif, di mana jemaah dari beberapa kabupaten digabung dalam satu kegiatan yang difasilitasi oleh kanwil secara online,” jelasnya.
Saat ini, rangkaian manasik haji terpadu tersebut masih berlangsung. Setelah seluruh materi selesai diberikan, para jemaah akan melanjutkan ke tahap pemeriksaan kesehatan serta vaksinasi sebagai syarat keberangkatan.
“Usai manasik, jemaah akan menjalani penyuntikan vaksin meningitis sesuai ketentuan,” katanya.
















