Mereka buxkan hanya ulama, tetapi juga pendidik, pemimpin sosial, budayawan, dan tokoh pembaharu masyarakat.
Sejarah mencatat bahwa sebelum kedatangan Wali Songo, masyarakat Jawa masih didominasi oleh pengaruh Hindu-Buddha dan kepercayaan lokal.
Metode dakwah yang keras tentu tidak akan efektif dalam kondisi tersebut. Karena itulah, Wali Songo menggunakan pendekatan yang sangat cerdas, yakni memadukan ajaran Islam dengan budaya setempat tanpa mengubah akidah. Strategi ini membuat Islam diterima secara damai dan bertahap oleh masyarakat.
Tokoh-tokoh yang dikenal sebagai Wali Songo antara lain Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) sebagai pelopor dakwah di Jawa, Sunan Ampel (Raden Rahmat) sebagai pendiri pusat pendidikan Islam, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga yang terkenal dengan pendekatan budaya.
















