Suatu hari, ketika ia berlayar untuk berdagang, kapalnya diterjang badai dahsyat hingga pecah.
Semua penumpang dikabarkan tenggelam, kecuali dirinya yang terus melafalkan ayat seribu dinar di tengah kepasrahan kepada Allah.
Dengan izin Allah, ia terdampar di sebuah negeri asing dalam keadaan selamat.
Lebih menakjubkan lagi, barang dagangannya ikut terdampar tanpa mengalami kerusakan sedikit pun.
Kejadian tersebut menjadi titik balik hidupnya. Ia menetap, berdagang, dan terus mengamalkan ayat tersebut hingga akhirnya menjadi saudagar kaya dan dihormati di negeri itu.
Kisah ini menjadi pelajaran berharga bahwa rezeki Allah benar-benar datang dari arah yang tidak disangka-sangka, sesuai dengan janji-Nya dalam Al-Qur’an.
















