“Ketika aktivisme dan politik bertemu, peluang perubahan menjadi lebih nyata. Tantangan PSI Bengkulu tidak ringan, kepercayaan publik harus terus dibangun dan kerja politik harus diarahkan pada solusi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepemimpinan yang memahami kondisi daerah akan lebih cepat menentukan prioritas pembangunan dan kebutuhan masyarakat.
“Bukan sekadar membaca laporan, tetapi merasakan langsung persoalan warga, mulai dari akses layanan, peluang ekonomi, hingga ruang partisipasi anak muda,” kata Medio.
Di bawah kepemimpinannya, PSI Bengkulu akan dibangun dengan identitas sebagai partai yang sederhana, jujur, dan konsisten dalam kerja.
















