“Kalau harga ayam sudah Rp45 ribu per kilo, otomatis modal bertambah. Mau naikin harga jual takut pelanggan kabur, tapi kalau tidak dinaikkan, keuntungan hampir tidak ada,”katanya.
Pedagang berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk menstabilkan harga, baik melalui operasi pasar maupun pengawasan distribusi bahan pangan.
Mereka menilai stabilitas harga sangat dibutuhkan agar aktivitas usaha tetap berjalan dan daya beli masyarakat tidak semakin menurun.
Hingga saat ini, harga ayam dan telur di sejumlah pasar di Kabupaten Seluma masih terpantau tinggi, dan masyarakat berharap adanya langkah dari pihak terkait agar harga kembali normal dalam waktu dekat.
















