“Aku termasuk salah satu dari pembesar Arab, aku tidak menghendaki putri-putriku mempunyai suami, sehingga tidak akan disebut-sebut Fulan ibn Fulan anak menantu Dihyah. Untuk itu, kubunuh semua putriku yang berjumlah 70 orang dengan tanganku sendiri,” jawab Dihyah.
Kemudian, turunlah Malaikat Jibril AS turun, sembari berkata,
“Hai Rasulullah, katakanlah firman Allah SWT kepada Dihyah Al-Kalbi, ‘Demi keperkasaan-Ku dan kemuliaan-Ku, sesungguhnya ketika engkau mengucapkan, La ilaha illallah Muhammad rasulullah maka sudah Aku ampuni kekufuranmu selama 60 tahun. Dan telah Aku ampuni pula caci makimu kepada-Ku selama 60 tahun. Maka, bagaimana Aku tidak mengampuni perbuatanmu membunuh anak-anakmu, padahal mereka adalah anak-anakmu sendiri.” (Ibn Sa’ad dalam Thabaqat Al Kabir)
















